Posted by: admin | October 17, 2010

(1945) Hindia Belanda digempur oleh Dai Nippon NO KUU-GUN

Tahun 1942-1945.

HINDIA BELANDA DIGEMPUR OLEH DAI NIPPON NO KUU-GUN

( TENTARA UDARA JEPANG)

Oleh Wal Suparmo

Di Hindia Belanda. sekitar tahun 1935 hanya dididik berapa penerbang dalam setahun tetapi dalam tahun 1939 mulai dididik 80 sampai 100 orang dan setelah negeri Belanda jatuh ke tangan Jerman, pendidikan bagi Militaire Luchtvaart Dients(MLD)-Dinas Penerbangan Militer, menjadi kurang lebih 200 orang.
Berbagai jalan ditempuh untuk memanggil orang-orang muda untuk dididik menjadi penerbang antara lain dengan pemasangan iklan di dalam media massa.( lihat foto)

Apalagi mulai tahun 1937 sehubungan dengan perkembangan militerisme dan industri di Jepang yang cepat atau lambat akan berusaha menguasai Asia dengan meluncurkan Perang Asia Raya( Daitoa No Senzo) dan teristimewa ke Asia Tenggara, dalam mencari bahan baku dan tenaga kerja bagi. Maka pemerintah Belanda di Hindia Belanda sudah mulai mempersiapkan diri. Dalam hal ini sudah dimulai dengan memesan perlengkapan perang( baik untuk angkatan darat, laut maupun udara) dan tenaga manusia untuk berusaha menanggulanginya. Hal itu disebabkan karena Tentara Kerajaan Hindia Belanda(KNIL) selama hampir 100 tahun, hanya diperuntukkan dan dipersiapkan untuk penanggulangan peristiwa-peristiwa di dalam negeri saja dan tidak pernah mengahadapi musuh dari luar.
Bahwa akan terjadinya penyerbuan oleh Jepang terhadap Hindia Belanda sudah sangat terasa karena banyaknya mata-mata bala tentara Jepang yang datang bermukim di Hindia Belanda sampai di pelosok-pelosok pedesaan sebagai pemilik toko, tukan pottret dan pekerjaan-pekerjaan kecil yang nyaris menyaingi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang Tionghoa.

Dan ternyata hal itu memang benar karena sewaktu tentara Jepang mulai mendarat. Orang-orang Jepang itu langsung berganti pakaian militer dengan bermacam-macam pangkat seperti kapten dan mayor dan menjadi petunjuk jalan bagi tentaranya karena pada waktu itu sudah sempat membuat peta lokasi dan ternyata memang mereka mendarat di tempat-tempat di mana terdapat orang Jepang yang bermukim di tempat itu.
Perasaan akan datangnya penyerbuan oleh Jepang, sedemikian kuatnya sehingga pada waktu itu terdapat di pasaran ( dijual) pastiles untuk obat batuk,tenggorokan dsb yang diimport dari Jepang dan bernama (merk) DJINTAN; oleh masyarakat diartikan sebagai: D(jenderal) J(apan) I(ini)N(anti)T(entu)A(antam-menghantam)N(ederlan-Hindia Belanda).
Sebenarnya dalam bidang diplomatik , oleh Jepang telah lama dilakukan tekanan-tekanan terhadap Hindia Belanda dan pada bulan September 1940 telah datang di Batavia, Menteri I.Kobayashi( yang kemudian diganti oleh Yoshiwara) dengan beberapa perwira angkatan darat dan laut dan 30 orang wartawan ( lihat foto)..
Delegasi itu membawa tuntutan:
1) Hak multak orang Jepang untuk berimigrasi ke Hindia Belanda.
2) Konsesi bagi pemasangan kabel laut untuk telpon dan telegrap dari kepulauan Yap ke Batavia ( Jakarta)..
3) Hak mencari ikan di laut kepulauan Hindia Belanda.
4) Hak pelajaran kapal-kapal Jepang dalam perairan Hindia Belanda.
5) Hak perhubungan udara di dalam wilayah Hindia Belanda dan ke/dari Jepang.
6) Hak penambangan bahan tambang dan minyak di Hindia Belanda.
7) Janji pemrintah Hindia Belanda untuk memasok bahan-bahan keperluan perang seperti minyak,karet, timah, kina dll dengan sistim pembayaran barter dengan produk-produk hasil industri Jepang.
8) Bagi hasil dalam pemilikan , pengawasan dan pembangunan industri dan pembangkit listrik.
Dari fihak Hindia Belanda yang hadir dalam perundingan itu adalah Gupernur Jenderal A.W.I. Tjarda van Stakenborgh Stachower dan DR H.J.van Mook, namun perundingan itu lalu diputuskan secara sefihak oleh Jepang pada tanggal 20 Juni 1941.

Kekuatan Tentara Kerajaan Hindia Belanda(Koninkijke Nederlands Indisch Leger) pada tahun l939 adalah sebagai berikut:
Perwira Perajurit Jumlah

Tentara profesional 1.345 37.683 38.928
Perwira cadangan 1.783 – 1.783
Milisi – 13.263 13.263
Pertahanan Sipil – 17.596 17.596
Korps Bumi Putera
( a. l. 74 4.501 4.575
Korps Mangkunegaran
dan BarisanTjakaraningrat)
Jumlah seluruhnya 3.202 72.943 76.145

Perlu mendapat perhatian khusus yaitu tentang adanya apa yang dinakaman Korps Lokal, yaitu tentara Kerajaan Mangkunegaran( Solo) dan Barisan Dari Kerajaan Tjakraningrat (Pamekasan). Korp Mangkunegaran didirikan pada tahun 1839 dan Barisan dibentuk pada tanggal 12 Februari 1831. Korps Barisan ikut dalam Perang Diponegoro, Perang Lombok dan menjadi unsur pasukan Gupernur Jenderal Daendels. Bahkan sesudah Perang Dunia Kedua( 1945), menjadi salah satu korps dari KNIL yang bernama “ Barisan Tjakra “ bersama “Prajuda”( Bali), “Anjing Nica “ kebanyakan suku Ambon dan “ Gajah Merah”( campuran).

Kekuatan inilah yang nantinya harus berhadapan dengan bala tentara Jepang yang terdiri dari Riku-gun(Angkatan Darat), Kai-gun(Angkatan Laut) dan Kuu-gun(Angkatan Udara) yang jumlahnya lebih dari sepuluh kali lipat.

MLD ( Dinas Penerbangan Militer ) adalah bagian dari KNIL dan pada waktu itu terdiri dari:
39 pembom Glenn Martin 506 ( dipergunakan mulai tahun 1937) dan pesawat terbang pemburu Bell Cobra,Brewster Buffalo, Curtiss Hawk, Curtiss Interceptor dan Curtiss Falcon( pesawat pengintai) , beberapa pesawat pengintai bersayap ganda( dubbel dekker) dan pesawat transport Lockheed Lodestar, yang jumlahnya direncanakan sebanyak 117, tetapi sampai Jepang menyerang Hindia Belanda, pelaksanaan pesanan yang yang tiba hanya sedikit lebih dari setengah dari yang direncanakan. Kecuali itu masih ada beberapa pesawat terbang air Dornier dari Marine.( lihat foto).
Adapun pesawat terbang Lockheed Lodestar pada tanggal 13 Oktober 1941 yang ditumpangi oleh komandan (KSAP)tentara Hindia Belanda(KNIL) yaitu Letnan Jendral G.J. Berenschot, jatuh dan hancur di lapangan terbang Kemayoran sewaktu sedang take-off.
Di dalam negeri telah diusahakan untuk merubah pesawat latih Fokker S IV, menjadi pesawat ambulans yang dilakukan di Bengkel Perawatan MLD di Bandung ( Andir).
(lihat foto).
Kronologis penyerbuan Tentara Udara Dai Nippon ke Hindia Belanda dimulai dengan:
– Tanggal 3 Desember 1941.
Mobilisasi Dinas Penerbangan Militer(MLD).
– Tanggal 8 Desember 1941
Pengumuman keadaan perang antara Negeri Belanda( Hindia Belanda) dan Jepang.
– Tanggal 19 Desember 1941.
Pemboman terhadap lapangan terbang Sungai Durian(Pontianak) yang mengakibatkan kerugian yang besar yaitu kurang lebih 500 orang mati atau luka berat.
– Tanggal 21 Desember 1941.
Pemboman terhadap lapangan terbang Singkawang II di Kalimantan Barat.
– Tanggal 9 Januari 1942
Pemboman terhadap lapangan terbang di Tarakan.
– Tanggal 10 Januari 1942
Pemboman terhadap lapangan terbang di Balikpapan.
– Tanggal 11 Januari 1942
Pendaratan pasukan payung Jepang di Menado dan sekitarnya.
Pendaratan pasukan Jepang di Tarakan yang turut dipertahankan oleh korps bumiputera yaitu pasukan Mangkunegaran , Susuhunan dan Barisan Tjakraningrat dari Madura.
– Tanggal 12 Januari 1942.
Pemboman berat di kota Ternate.
– Tanggal 13 Januari 1942.
Pemboman berat terhadap pelabuhan Balikpapan.
Pemboman berat terhadap lapangan terbang Laha di Ambon
– Tanggal 16 Januari 1942
Pemboman lapangan terbang Polonia di Medan, Kendari, Balikpapan dan Ambon.
– Tanggal 18 Januari 1942.
Pemboman ulangan terhadap Balikpapan.
– Tanggal 19 Januari 1942
Pemboman terhadap Sabang dan Banjarmasin.
– Tanggal 20 januari 1942.
Pemboman lagi terhadap Medan dan Banjarmasin.
– Tanggal 21 Januari 1942.
Sabang dibom lagi dan pelabuhan Belawan.
– Tanggal 23 Januari 1942
Penyerangan dan pemboman sukses dari MLD terhadap armada Jepang di selat Makassar .
Pemboman terhadap Samarinda dan Manokwari.
– Tanggal 24 Januari 1942.
Pendaratan pasukan Jepang di Balikpapan.
Pendaratan pasukan Jepang di Kendari
Samarinda di bom lagi.
– Tanggal 25 Januari 1942.
Ambon,Samarinda II dan Namlea ( pulau Buru)dibom.
– Tanggal 26 Januuari 1942.
Pemboman , Sabang, Samarinda II dan Mandai (Makassar).
Pasukan Jepang mendarat di Pemangkat( Kalimantan Barat).
– Tanggal 27 Januari 1942.
Pemboman pelabukan Teluk Bayur, Banjarmasin, dan Namlea.
Pendaratan di Singkawang( Kalimantan Barat).
– Tanggal 28 Januari 1942
Pemboman terhadap lapangan terbang di Kampungdul ( Bangka ) dan Buluhtumbang ( Belitung) ,Teluk Bayur dan beberapa lapangan terbang di Sulawesi.
– Tanggal 29 Januari 1942
Pemboman terhadap Sabang dan kota Padang.
Pontianak di duduki pasukan Jepang.
Armada pendaratan Jepang menuju Ambon.
– Tanggal 30 Januari 1942.
Pemboman terhadap lapangan terbang di Ambon, Sabang ,Banjarmasin dan Timor.
– Tanggal 31 Januari 1942
Pasukan Jepang dalam jumlah yang sangat besar mendarat di pulau Ambon.
– Tanggal 1 Februari 1942.
Kota Ambon di duduki pasukan Jepang
Pemboman berat di Palembang dan lapangan terbang Penfui (Kupang).
– Tanggal 3 Februari 1942
Pemboman terhadapan lapangan terbang Darmo di Surabaya,Bugis( Malang) dan Maospati (Madiun ).
Samarinda diduduki tentara Jepang.
– Tanggal 4 februari 1942.
Pemboman terhadap kota Kupang.
– Tanggal 6 Februari 1942
Pemboman terhadap kota-kota Makassar,Kupang, Medan dan lapangan terbang Tuban(Denpasar), Talangbetutu (Palembang) dan Darmo (Surabaya).
– Tanggal 7 Februari 1942.
Pemboman berat terhadap Talangbetutu yang mengakibatkan banyak pesawat terbang Inggris hancur( yang melarikan diri dari Singapura).
Pemboman lapangan terbang Semplak( Bogor ).
Pemboman terhadap kota Surabaya.
Pulau Ambon diduduki tentara Jepang.
– Tanggal 8 Februari 1942
Talangbetutu di bom lagi.
– Tanggal 9 februari 1942
Tentara Jepang mendarat di Sulawesi Selatan (luar kota Makassar).
Pemboman terhadap lapangan terbang di sekitar Batavia( Jakarta), Simpangtiga ( Pekanbaru ) dan Bugis(Malang).
– Tanggal 12 Februari 1942
Lapangan terbang Namlea diduduki tentara Jepang.
– Tanggal 13 Februari 1942
Pemboman terhadap lapangan terbang di Timor dan Sumatera.
Banjarmasin diduduki Tentara Jepang.
– Tanggal 14 Februari 1942
Pendaratan pasukan payung Jepang di Talangbetutu(Palembang)
– Tanggal 16 Februari 1942
Pesawat terbang MLD berhasil menghancurkan sebagian dari instalasi perminyakan di Plaju.
– Tanggal 17 Februari 1942
Pemboman berat terhadap Penfui( Kupang)
– Tanggal 18 Februari 1942
Pemboman berat terhadap kota Surabaya.
Tentara Jepang menguasai Denpasar.
– Tanggal 19 Februari 1942
Pemboman terhadap Andir(Bandung) dan Semplak( Bogor).
Pemboman terhadap lapangan terbang Kalijati.
Babo( Irian Barat) diduduki tentara Jepang.
Pasukan payung Jepang mendarat di Penfui( Kupang)
Pendarat malam tentara Jepang di Timor Dili.
– Tanggal 21 Februari 1942
Kupang diduduki tentara Jepang.
Pemboman kota Surabaya,Malang, Madiun dan Kalijati.
– Tanggal 22 Februari 1942
Pemboman lapangan terbang di Batavia(Jakarta) ,Bogor, Maguwo( Yogya ), Bugis(Malang).
– Tanggal 23 Februari 1942
Pemboman lapangan terbang Bugis .
– Tanggal 24 Februari 1942
Pemboman terhadap Tanjung Periuk, Surabaya,Jakarta dan Kalijati.
– Tanggal 27 Februari 1942
Pemboman terhadap Tanjung Periuk dan Semplak.
Kapal induk “ Langley “ dengan 30 pesawat terbang ditengelamkan di sebelah selatan Cilacap oleh Angkatan Udara Jepang.
Pertempuran laut di laut Jawa yang dimenangkan oleh Jepang.
– Tanggal 28 Februari 1942
Pemboman terhadap lapangan terbang Darmo( Surabaya)
– Tanggal 1 Maret 1942
Pendaratan tentara Jepang sejumlah ditaksir 4 divisi di:
– Banten, oleh Pasukan ke 16 dari Divisi ke 2.
. – Eretan. Sejumlah 2 batalyon dengan senjata-senjata berat pembantu.
– Kragan ( Jawa Timur), oleh Divisi ke 48, sejumlah 3 batalyon.
Jumlah semuanya kira-kira 60.000 orang.

Lapangan terbang Kalijati di duduki karena ditinggalkan oleh tentara Australia yang seharusnya mempertahankan lapangan terbang itu.Hal itu berakibat fatal terhadap kota Bandung yang adalah Markas Besar dari KNIL karena sekarang pesawat-pesawat terbang Jepang sudah dapat tinggal landas dari tempat itu dan tidak perlu kembali ke kapal induk.Bahkan pula dapat menghalang-halangi dan menembak jatuh setiap pesawat MLD yang hendak take-off dari Andir
.
– Tanggal 4 maret 1942
Pembomman berat terhadap pertahanan-pertahanan(stelling) disekitar Bandung..
Blora,Cepu dan Bojonegoro diduduki tentara Jepang yang mendarat di pantai Rembang.
Tangerang yang dipertahankan oleh siswa-siswa Akademi Militer KNIL antara lain DAAN MOGOT dan SOEGIANTO serta SOEJONO DJOJOHADIKKOESOEMO( Adik dari DR . SOEMITRO Djojohadikoesoemo) gugur, dan diduduki Japang.
Cikampek diduduki tentara Jepang.
Pemboman terhadap kota dan pelabuhan Cilacap.
– Tanggal 5 Maret l942.
Jakarta di duduki tentara Jepang.
Surakarta diduduki tentara Jepang.
Pemboman di Bandung dan Cilacap.
– Tanggal 6 Maret 1942
Komandan KNIL di Sulawesi Selatan menyerah kepada Jepang.Tentara KNIL masuk hutan-hutan di Enrekang untuk bergerilya.
– Tanggal 7 Maret 1942
Penerbangan terakhir dari MLD terdiri sisa-sisa terakhir dari pesawat terbang MLD yang dari 4 pesawat pemburu Brewster dibawah pimpinan Kapt.Penb.J.P.van Helsdingen terlibat pertempuran udara di atas Bandung dengan pesawat-pesawat terbang Jepang yang lebih cepat dan jumlahnya dua kali lebih banyak; sehingga dimenangkan oleh Jepang. Kapt.Penrb. van Helsdinger gugur dan mendapat bintang MWO( Militaire Willems Order) anumerta, yang sejajar dengan Victoria Cross dari Inggris..
MLD telah lumpuh.
– Tanggal 8 Maret 1942
Komandan KNIL letnan Jenderal H.ter Poorten menyerah kepada Jepang di Kalijati.
Dipelbagi tempat telah terjadi pertempuran dengan tentara Jepang seperti di Tarakan, Palembang, Minahasa, Ambon dan Jawa Barat tetapi yang yang agak menonjol karena banyak merugikan musuh adalah pertempuran di pulau Ambon.
Setelah mengalami pemboman berkali-kali oleh Angkatan Udara Jepang, pada tanggal 13 Januari 1942 . pulau Ambon telah mendapat serangan udara yang paling besar yang dilakukan oleh 27 pesawat pembom Mitsubishi dan 10 pesawat pemburu Hayabusha, yang berasal dari 2 buah kapal induk yang datangnya dari arah Menado.

Kawan penulis yang waktu itu berumur 12 tahun dan ayahnya menjadi kepada Jawatan Pekerjaan Umum di Ambon, dari tempat perlindungan ( bunker) dibelakang rumahnya, dapat melihat kearah lapangan terbang Laha dengan jelas. Dua pesawat pemburu Brewter Buffalo dan satu pembom Glenn Martin yang karena suatu sebab( tidak adanya penerbang atau dalam keadaan tidak layak terbang) yang diparkir di lapangan terbang, telah dihancurkan oleh pesawat-pesawat Jepang yang datang menyerang yang terbang sangat rendah karena bagi tentara Jepang, berani mati ( a.l. berjibaku)lebih dihargai daripada berani hidup( atau selamat).

Pulau Ambon sendiri pada waktu itu dipertahankan oleh 2600 perajurit KNIL dibawah komando Letkol. J.L.R Kapitz dan 1170 orang tentara Australia , tanpa dukungan udara karena pesawat-pesawat terbang MLD sudah hancur dan RAAF(AU Australia) yang terdiri dari satu skwadron Huricane telah ditarik ke Darwin.
Pada waktu itu di tempat tersebut terdapat 2 orang perwira bumi putera Indonesia tamatan Akademi Militer Belanda di Breda, yaitu Kapten inf. J.KASEGER ( komandan kompi 4) dan Lettu DIDI KARTASASMITA( komandan pasukan milisi bumiputera).
Tentara Japang yang menyerang berada di bawah komando Mayor Jenderal Takeo Ito dengan 5300 perajurit,400 ekor kuda dan 110 kendaraan bermotor ditambah dengan kira-kira 1000 orang marinir.
Pertempuran pendek tetapi sangat hebat dan mengakibatkan korban sekitar 2400 tentara Jepang mati belum termasuk marinir, sebuah kapal torpedo Jepang yang ada diteluk Ambon , tertembak dan tenggelam karena berada dalam jarak tembak 15 kilometer dari meriam pantai ( 15cm L 40 dari Gunung Nona). Satu kapal penyapu ranjau hancur terantuk ranjau diperairan yang sama.
Kompi Kapten inf. J.Kaseger adalah yang paling akhir menyerah karena tidak mampu melawan musuh yang berlipat ganda jumlahnya dengan peralatan yang paling mutakhir pada waktu itu. Kapt.J.Kaseger dan Lettu. D.Kartasasmita, ditawan sebentar oleh tentara Jepang tetapi karena mereka orang bumi putera tidak lama kemudian dilepaskan untuk kembali ke daerahnya masing-masing yaitu Minahasa dan Jawa Barat. Hal itu juga ditulis dalam biografinya oleh Mayor Jenderal Didi Kartasasmita , yang ikut mendirikan pasukan PETA( pembela Tanah Air) di zaman Jepang dan pasukan BKR( Badan Keamanan Rakyat) yaitu cikal bakal TNI tahun 1945, karena beliau salah satu dari sedikit sekali orang Indonesia yang benar-benar telah mempunyai pengalaman tempur(perang)..
Seperti diketahui akhirnya yang terpilih menjadi komandan BKR(TKR/TNI) adalah OERIP SOEMOHARDJO karena beliau adalah orang Indonesia ( profesional) dari KNIL dengan pangkat yang tertinggi , yaitu MAYOR sedangkan Jenderal S. H.Spoor yang pada akhirnya menjadi komandan seluruh pasukan KNIL di Hindia Belanda, posisinya di bawah Oerip Soemohardjo, dengan pangkat kapten sewaktu di Magelang. Memang terdapat beberapa orang bumiputera Indonesia yang berpangkat lebih tinggi seperti kolonel atau bahkan jenderal tetapi tituler karena mereka raja atau sultan dsb., atau dari Korps Lokal( Kerajaan).
Kembali mengenai kapten J.Kaseger, tetapi menurut keterangan yang di dapat dari fihak KNIL, Kapt.J.Kaseger setelah tiba di Minahasa, karena statusnya sebagai warga negara Belanda (gelijkgesteld ) dengan istri Belanda pula, ia ditangkap lagi dan meninggal dalam tahanan karena mungkin disiksa.
Mengenai banyaknya perajurit-perajurit Sekutu yang gugur di Ambon,dibuktikan oleh Tempat Pemakaman Militer di desa Tantui yang cukup luas ( banyaknya yang dikubur),.

Demikian mengenai kedua perwira bumiputera itu yang tidak pernah mendapat penghargaan dari pemerintah Belanda sedang nasib yang lebih baik telah dialami oleh Sersan Kl. 1, KNIL Julius Tahija. Bapak J.Tahija baru meninggal tahun lalu yang adalah seorang pengusaha Indonesia terkenal dan pernah menjabat sebagai Direktur Utama Caltex Indonesia.
Bapak J.Tahija oleh pemerintah Belanda dianugerahi dengan bintang MWO .(lihat foto).
Hal itu disebabkan jasa beliau dalam memukul mundur tentara Jepang di Saumlaki (kepulauan Tanimbar) pada tanggal 13 April 1942 . Tentara Jepang yang jumlahnya cukup banyak telah kehilangan banyak perajurit yang mati dan pendaratan dibatalkan sedangkan regu Sersan Tahija yang jumlahnya 12 orang tinggal 6 orang termasuk beliau yang kemudian dapat menyingkir ke Australia.
Inilah keadaan Hindia-Belanda pada waktu Perang Dunia ke II dan untuk mengingat-ingat fakta sejarah selanjutnya selama pendudukan tentara Jepang , merupakan kisah tersendiri sesuah ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: