Posted by: admin | October 17, 2016

(1944) Penyiksaan tentara Jepang di Manado

Penyiksaan Tentara Jepang di Manado

Bulan Oktober 1944, Kapten J Kaseger di ciduk di Tondano dan ditahan oleh Tentara Jepang di Benteng Manado. Selama penahanan ini, Kapten J Kaseger sering disiksa oleh tentara Jepang. Salah satu bentuk penyiksaan yaitu seluruh badan dikubur di pasir pantai Manado hanya kepala saja yang kelihatan menghadap laut sehingga setiap air laut pasang pada sore hingga malam hari maka seluruh kepala akan terkena hingga tertutup dengan deburan ombak, dan apabila air laut surut pada pagi hingga siang hari maka tubuh akan terpapar panas dari pasir pantai. Banyak tahanan serta tokoh masyarakat yang tewas dalam penyiksaan ini. Kapten J Kaseger tidak dibiarkan tewas dalam penyiksaan ini karena diketahui dia adalah perwira pribumi yang berkebangsaan Belanda.

Benteng Manado

 

Penyiksaan ini dimaksudkan agar Kapten J Kaseger yang saat itu adalah Perwira dengan pangkat tertinggi yang berada di Minahasa agar mau menanda-tangani Surat Pernyataan Menyerah kepada Tentara Jepang.  Isi dari Surat tersebut memuat antara lain atas nama Pemuda Sulawesi Utara bahwa Perlawanan Rakyat Sulawesi Utara menyatakan menyerah dan tunduk kepada Kerajaan Jepang, serta juga sebagai Perwira Militer Belanda menyatakan menyerahkan kekuasaan Kolonial Belanda di Sulawesi Utara kepada Kerajaan Jepang.

Jelang Februari 1945, informasi kekalahan-kekalahan tentara Kerajaan Jepang melawan sekutu terdengar oleh keluarga Kaseger di Tondano, maka Mien Ruata (Istri) dan Nelly Paoky (Adik ipar) segera menuju ke Manado untuk meminta kepada Tentara Jepang agar dapat melepaskan Kapten J Kaseger dari tahanan.

Mien Ruata dan Nelly Paoki sudah dikenal oleh tentara Jepang penjaga tawanan karena sering memberikan mereka rokok serta makanan agar dapat ijin untuk memberikan makan minum kepada Kapten J Kaseger.

Atas permintaan tersebut dan juga karena kesehatan yang sudah sangat buruk akibat penyiksaan maka akhirnya tentara Jepang melepaskan Kapten J Kaseger untuk mendapatkan perawatan kesehatan di kediamannya di Tondano.

Dalam masa perawatan kesehatan di Tondano dan situasi pergolakan di Sulawesi Utara, pemuda Sulawesi Utara dan pimpinan tentara Kaigun sering datang ke Tondano bertemu dengan Kapten J Kaseger untuk merencanakan tahapan-tahapan peralihan kekuasaan dari Tentara Kaigun kepada pemuda Sulawesi Utara dalam mempersiapkan Indonesia Merdeka. Perencanaan peralihan dipersiapkan sebaik-baiknya karena pada saat itu di Sulawesi Utara khususnya Minahasa sedang terjadi kekurangan pangan akibat peperangan.

 

 

Sumber: Nelly Paoki (2009)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: